SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) mencanangkan program hafalan ayat Al-Quran bagi 160 santri Madrasah Ulumul Quran (MUQ) 1 bulan 1 juz.
Patut diketahui hingga saat ini ratusan santri sampai saat ini masih 'mondok' di lembaga binaan Pemkab setempat.i
Bupati Pijay, H Aiyub Bin Abbas bersama Wakil Bupati Pijay, H Said Mulyadi SE MSi kepada Serambinews.com, Selasa (2/2/2021) di sela-sela kunjungan ke MUQ setempat mengatakan, program hafiz 1 juz 1 bulan ini menjadi program andalan bagi setiap satri sehingga Pijay dapat melahirkan banyak para hafiz.
"Intinya kami ingin mewujudkan masyarakat Pijay yang menguasai ayat suci Al-Quran lewat ayat suci Al-Quran dan ini sesuai dengan visi dan misi kami yaitu menjadikan negeri bersyariat," sebut H Aiyub Bin Abbas.
Dijelaskan Wakil Bupati, H Said Mulyadi pihak Pemkab berkomitmen menjadi program pendidikan bagi peserta didik atau Santri 1 bulan 1 juz nanti setelah dirumuskan bersama Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) serta para keuchik di 222 di delapan kecamatan.
Menurut Said Mulyadi, dengan kekuatan 300 santri yang telah lulus dan kini telah menyebar di tengah masyarakat menjadi langkah awal menjadi Pijay sebagai kabupaten hafiz quran di Aceh.
Jadi, dengan kekuatan 160 santri yang masih tinggal dan belajar di MUQ binaan Pemkab Pijay maka Pemkab terus mendukung fasilitas insrastruktur baik gedung utama sanitasi, rumah dewan guru, kamar mandi, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) secara berkelanjutan.
"Pada hakikatnya MUQ ini menjadi Pondok Pesantren (Ponpesnya) di Komplek Rungkom, Meureudu seperti selalu bercahaya dan bersinar hingga menembus langit,"ungkap Said Mulyadi. (*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Pemkab Pijay Canangkan Program Hafalan 1 Bulan 1 Juz, Begini Komitmen Bupati & Wakil Bupati, https://aceh.tribunnews.com/2021/02/02/pemkab-pijay-canangkan-program-hafalan-1-bulan-1-juz-begini-komitmen-bupati-wakil-bupati.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati